KIM se-Kabupaten Jember Kunjungi Koperasi Merah Putih Sidomulyo, Desa Percontohan Nasional Penggerak Ekonomi Lokal

  • Dec 07, 2025
  • ABDUL KADAR

Sumbersari, 06 Desember 2025 – Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan program nasional yang dibentuk pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 untuk memperkuat ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia, dengan semangat gotong royong yang tercermin pada nama “Merah Putih”.

Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menjadi salah satu desa yang berhasil mengembangkan KMP secara pesat. Komoditas unggulannya, kopi robusta, bahkan telah menembus pasar internasional melalui kerja sama ekspor dengan Mesir dan Maroko. Selain kopi, KMP Sidomulyo juga mengelola berbagai sektor usaha seperti perdagangan sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, dan pergudangan.

Sebagai bagian dari kegiatan Sabtu Kreatif yang diprakarsai Dinas Kominfo Kabupaten Jember, anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Jember mengadakan kunjungan ke KMP Sidomulyo. KIM Sumbersari Cerdas sebagai mitra Kelurahan Sumbersari turut hadir untuk melihat langsung perkembangan koperasi yang kini menjadi salah satu percontohan KMP tingkat nasional.

Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin atau yang akrab disebut Mas Kades Gemoy. Dalam dialog bersama anggota KIM, ia menyampaikan bahwa peran KIM Tirto Gumitir sangat membantu promosi kopi Sidomulyo hingga dikenal luas di mancanegara.

Mas Kades Gemoy menjelaskan bahwa KMP merupakan instrumen penting untuk mewujudkan program Asta Cita Prabowo–Gibran, terutama prioritas membangun Indonesia dari desa. Melalui koperasi, desa memiliki lembaga yang mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia mencontohkan harga LPG 3 kg yang dapat dijual KMP Sidomulyo sebesar Rp18.000, jauh di bawah harga pasar Rp22.000–24.000, karena memperoleh pasokan langsung dari agen Pertamina.

Selain itu, KMP Sidomulyo juga mengoptimalkan potensi lokal dengan mendirikan gerai pergudangan dan industri kopi yang dikelola secara terpadu. Enam gerai wajib seperti apotek, klinik, simpan pinjam, logistik, pergudangan, hingga industri kopi/café telah beroperasi secara terintegrasi dalam satu kawasan.

“Keberhasilan KMP bergantung pada tekad dan komitmen pemimpin desa. Jika kepala desa mau bergerak, koperasi akan maju. Tanpa kemauan, KMP tidak akan maksimal,” tegasnya.

Di akhir kunjungan, Mas Kades Gemoy berharap seluruh anggota KIM dapat ikut mempromosikan potensi dan produk lokal dari desa atau kelurahan masing-masing sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.