Kecamatan Sumbersari Perkuat Koordinasi Relawan Sosial dan Kebencanaan Lewat Rakor Pergerakan Lapangan
- May 21, 2026
- Kim Sumbersari Cerdas
Sumbersari – Pemerintah Kecamatan Sumbersari kembali menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pergerakan Lapangan di Pendopo Kecamatan Sumbersari, Kamis (21/5/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi antar relawan sosial, unsur kebencanaan dan pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari unsur Kasi PMKS kelurahan, Kelurahan Tangguh Bencana, TLRT, Puskesos serta relawan sosial lainnya di wilayah Kecamatan Sumbersari.
Dalam rakor tersebut, peserta tidak hanya melakukan evaluasi penanganan persoalan sosial dan kebencanaan, tetapi juga mendapatkan tugas untuk membuat contoh laporan daerah rawan bencana di wilayah masing-masing. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan pemetaan potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Camat Sumbersari Deni Hadiatullah mengatakan, penguatan koordinasi lapangan menjadi hal penting mengingat wilayah perkotaan memiliki berbagai tantangan sosial yang membutuhkan respons cepat dan kolaboratif.
“Semua unsur harus memiliki kepekaan terhadap kondisi di wilayahnya masing-masing. Dengan adanya contoh laporan rawan bencana ini, kita ingin setiap relawan dan penggerak lapangan lebih memahami kondisi lingkungan serta potensi risiko yang ada,” ujarnya.
Menurut Deni, keberadaan relawan sosial selama ini sangat membantu pemerintah dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari warga sakit, lansia terlantar, bencana lingkungan hingga pengaduan sosial lainnya. Ia menilai semangat gotong royong dan kepedulian para relawan menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga dan diperkuat melalui koordinasi rutin.
Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Sumbersari Nanang Hidayat menjelaskan bahwa rakor tersebut juga menjadi sarana penyamaan persepsi antar lembaga sosial dan unsur kebencanaan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Kami ingin seluruh unsur bergerak bersama dan memiliki data lapangan yang jelas. Karena itu peserta kami minta membuat contoh laporan daerah rawan bencana sebagai bahan pemetaan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing,” katanya.
Nanang menambahkan, laporan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar koordinasi cepat apabila terjadi kondisi darurat maupun potensi bencana di lingkungan masyarakat.
Selain membahas validasi data sosial dan penanganan warga rentan, rakor juga berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait kondisi lapangan di masing-masing kelurahan. Pemerintah Kecamatan Sumbersari berharap koordinasi yang terus terjalin dapat memperkuat pelayanan sosial dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Kabupaten Jember.