Pertemuan Rutin Posyandu Catleya di Sumbersari, Perkuat Komitmen Cegah Stunting dan Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Jun 24, 2026
- Kim Sumbersari Cerdas
Sumbersari – Pertemuan rutin Kader Posyandu Catleya Kelurahan Sumbersari digelar di Pendopo Kelurahan Sumbersari pada Rabu (24/06/2026). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan upaya percepatan penurunan angka stunting.
Acara dihadiri oleh Camat Sumbersari Deny Hadiatullah, S.IP., M.M., Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari Ny. Dwiyanti Deny, Lurah Sumbersari BHATARA PRAGUSTA, S.T., Ketua TP PKK Kelurahan Sumbersari Ny. Ike Savarina, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Sumbersari, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sumbersari, para kader Posyandu Catleya, serta para penerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam bentuk susu untuk anak stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Sumbersari bersama Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari menyerahkan bantuan susu secara simbolis kepada anak-anak stunting. Penyerahan bantuan juga dilakukan oleh Lurah Sumbersari BHATARA PRAGUSTA, S.T. bersama Ketua TP PKK Kelurahan Sumbersari. Secara keseluruhan, bantuan susu diperuntukkan bagi 70 anak stunting, dengan penyerahan simbolis kepada 10 anak sebagai perwakilan.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Sumbersari. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit kusta. Salah satu narasumber, Sinta Kusdiana, Amd.Kep., memberikan edukasi mengenai penyakit kusta, mulai dari gejala, cara penularan, hingga pentingnya deteksi dini agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma terhadap penderita.
Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Ny. Dwiyanti Deny, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengakselerasi penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kelurahan Sumbersari setelah keberhasilan proyek percontohan di Kelurahan Kebonsari.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan memperkuat pendampingan bagi balita, baduta, ibu hamil, dan lansia. Meski perubahan skema dari Integrasi Layanan Primer (ILP) menuju 6 SPM membawa konsekuensi bertambahnya tugas kader kesehatan, semangat pengabdian kepada masyarakat diharapkan tetap terjaga.
Selain itu, Ny. Dwiyanti juga menyoroti pentingnya pengawasan lingkungan, khususnya terhadap kos-kosan mahasiswa melalui sinergi pemerintah kelurahan, RT&RW, dan tokoh masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menekan tingginya angka dispensasi pernikahan usia dini. Para kader diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan merespons berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Lurah Sumbersari BHATARA PRAGUSTA, S.T. menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
"Saya menaruh harapan besar kepada ibu-ibu kader posyandu sebagai ujung tombak dalam mengawal kesehatan masyarakat, mulai dari calon pengantin hingga lansia, demi mewujudkan generasi penerus yang cerdas, sehat, kuat secara fisik maupun mental di tengah tantangan zaman," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut pemerintah menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara simbolis kepada 10 balita di Kelurahan Sumbersari. Selanjutnya, distribusi PMT kepada penerima lainnya akan dilakukan oleh para kader Posyandu di masing-masing wilayah dengan harapan bantuan dapat tersalurkan secara merata, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.
Pertemuan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara kader Posyandu dan narasumber. Berbagai pertanyaan terkait pelayanan kesehatan masyarakat, pelaksanaan program 6 SPM, hingga penanganan stunting menjadi pembahasan yang memperkaya wawasan para kader.
Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TP PKK, dan kader Posyandu semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat Kelurahan Sumbersari yang sehat, tangguh, serta bebas stunting.