Rakor Penanganan Luapan Air, Dua Kelurahan di Kecamatan Sumbersari Sepakat Perkuat Sinergi dan Penanganan Terpadu

  • Dec 12, 2025
  • ABDUL KADAR

Sumbersari, 12 Desember 2025 – Pemerintah Kecamatan Sumbersari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan banjir yang terjadi di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Sumbersari dan Kelurahan Kebonsari. Pertemuan berlangsung di Aula Irung Kecamatan Sumbersari dan dihadiri oleh Lurah Sumbersari, Lurah Kebonsari, perwakilan Dinas Sumber Daya Air (SDA), anggota Keltana, para ketua RT dan RW, perwakilan PT Gunung Batu selaku pengembang, serta anggota Komisi C DPRD Jember.

Rapat dipimpin dan dibuka oleh Plt. Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP, yang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana banjir yang semakin sering terjadi saat musim penghujan tiba.

Dalam sesi diskusi, Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, ST, menyampaikan penjelasan terkait banjir yang melanda wilayah Mastrip dan Kaliurang. Ia menuturkan bahwa kondisi topografi Sumbersari yang tidak rata menjadi salah satu faktor utama.

“Wilayah Sumbersari memiliki elevasi yang berbeda-beda, ada daerah tinggi, rendah, dan cekungan. Ini menyebabkan perbedaan aliran air dan memicu luapan yang sering dikeluhkan warga. Aspirasi warga sederhana—jika ada luapan air, mereka ingin segera ditangani,” ujarnya.
“Awal bertugas, kami sering kebingungan mencari solusi cepat. Namun setelah sering berkoordinasi dengan Dinas SDA, sedikit demi sedikit penanganan dapat dilakukan meski bersifat kecil. Semoga pertemuan hari ini menghasilkan solusi konkret,” imbuhnya.

Ketua Keltana Sumbersari turut menjelaskan dampak banjir musiman yang kerap meresahkan warga, terutama di wilayah Mastrip dan Kaliurang. Setelah itu, Lurah Kebonsari, ketua RT, dan RW juga menyampaikan situasi banjir di wilayah mereka masing-masing.

Perwakilan PT Gunung Batu memberikan keterangan mengenai rencana pembangunan perumahan di Kelurahan Sumbersari, sekaligus menanggapi isu terkait aliran air dan drainase yang sering dikaitkan dengan pengembangan wilayah.

Pada akhir rapat, perwakilan Dinas Sumber Daya Air, Bapak Agus, menyampaikan kajian teknis mengenai penyebab banjir di dua kelurahan tersebut. Ia menjelaskan beberapa langkah mitigasi yang perlu dilakukan secara bertahap.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, juga menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret. Ia meminta Dinas SDA untuk menyusun kajian lengkap beserta rencana penanganan ke depan agar persoalan banjir dapat diselesaikan lebih sistematis.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah bersama dan solusi terpadu untuk meminimalkan dampak banjir serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di kedua kelurahan yang terdampak.