Satu Data, Satu Solusi: Kecamatan Sumbersari Perkuat Sinergi Data PMKS dan Ketangguhan Bencana
- Apr 21, 2026
- Kim Sumbersari Cerdas
Sumbersari – Keakuratan data adalah fondasi utama agar program kesejahteraan pemerintah tidak sekadar jalan, tapi tepat sasaran. Semangat inilah yang diusung Pemerintah Kecamatan Sumbersari saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Data Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Pendopo Kecamatan Sumbersari, Selasa (21/4).
Pertemuan lintas sektor ini mempertemukan para pemangku kebijakan dan ujung tombak lapangan mulai dari jajaran Kelurahan, Kepala PKM Sumbersari dan Gladak Pakem, Puskesos, hingga pendamping PKH, TKSK, Koordinator Kresna/Keltana dan kader Posyandu—untuk menyatukan barisan dalam pemutakhiran data sosial dan penguatan mitigasi bencana.
Visi Validitas: Tepat Sasaran, Tanpa Tumpang Tindih
Dalam arahannya, Camat Sumbersari menegaskan bahwa validitas data adalah "nadi" dari efektivitas program pemerintah. Rakor ini menggarisbawahi empat pilar strategis:
Edukasi Mendalam: Mempertajam pemahaman petugas mengenai kategori dan indikator PMKS.
Harmonisasi Alur: Menyelaraskan mekanisme pendataan agar lebih efisien dan terkini.
Sinergi Tanpa Sekat: Mempererat jejaring komunikasi antar-stakeholder di tingkat kecamatan.
Integritas Data: Mewujudkan ekosistem "Satu Data PMKS" yang transparan dan akuntabel.
Waspada Bencana Melalui Peta Kerawanan
Agenda tak kalah krusial datang dari Koordinator Kresna/Keltana Kecamatan Sumbersari, Andri Setiawan. Ia membedah sejarah dan kronologi bencana di wilayah Sumbersari sebagai alarm pengingat bagi para Lurah dan petugas lapangan.
Paparan ini bukan sekadar data historis, melainkan rujukan utama dalam menyusun Peta Rawan Bencana. Langkah preventif kini menjadi prioritas, terutama bagi warga yang bermukim di zona merah, guna meminimalisir dampak risiko di masa depan.
Evaluasi Bansos dan Solusi Lapangan
Selain urusan data makro, rakor ini turut mengevaluasi progres penyaluran bantuan sosial, mulai dari Bantuan Pangan (Banpang), PKH, hingga apresiasi bagi Guru Ngaji dan Guru Kitab.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan solutif. Para peserta aktif mengurai kendala teknis, seperti tantangan verifikasi DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) hingga akselerasi penanganan stunting di level akar rumput.
Melalui koordinasi yang intensif ini, Kecamatan Sumbersari berkomitmen menghapus tumpang tindih data. Targetnya jelas: setiap intervensi sosial, kesehatan, maupun kebencanaan harus benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.