KIM Sumbersari Cerdas Perdalam Pemahaman Layanan Wadul Guse melalui KIM Sabtu Kreatif Sesi 4
- Jul 12, 2026
- ABDUL KADAR
Jember – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Sumbersari Cerdas mengikuti kegiatan KIM Sabtu Kreatif sesi ke-4 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember di Gedung Jember Nusantara Lantai 5, Sabtu (11/07/2026). Kegiatan ini mengangkat tema pemanfaatan layanan pengaduan masyarakat Wadul Guse sebagai sarana komunikasi yang cepat, transparan, dan responsif antara pemerintah dengan masyarakat.
Materi disampaikan oleh Ning Niha, yang juga dikenal sebagai pemeran utama dalam konten Wadul Guse sekaligus menyandang gelar Ning Jember. Dalam paparannya, peserta mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai mekanisme penyampaian pengaduan, proses verifikasi, hingga tindak lanjut laporan oleh perangkat daerah terkait.
Pembina KIM Jember, Mas Ilham, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Wadul Guse menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah. Ia berharap seluruh anggota KIM dapat berperan aktif mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan kanal pengaduan resmi tersebut sehingga setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti secara tepat dan terukur.
Setelah sesi materi, peserta diajak mengunjungi Jember Command Center Wadul Guse di lantai 4 Gedung Jember Nusantara. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat secara langsung alur kerja pelayanan pengaduan, mulai dari penerimaan laporan, proses verifikasi oleh operator, pendisposisian kepada instansi terkait, hingga pemantauan tindak lanjut secara real time melalui pusat kendali pelayanan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke studio live streaming Bupati Jember. Peserta diperkenalkan dengan fasilitas komunikasi digital yang dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai informasi, program pembangunan, serta layanan publik kepada masyarakat secara cepat dan interaktif.
Melalui kegiatan ini, peserta KIM Sumbersari Cerdas diharapkan semakin memahami pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik sekaligus mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga penggunaan layanan digital pemerintah semakin optimal dalam mendukung terwujudnya Jember yang informatif, responsif, dan melayani.