Sentuhan Kasih di Kelurahan Sumbersari: Saat Negara Hadir, Senyum Kayko Pun Mengembang
- Apr 24, 2026
- Kim Sumbersari Cerdas
Sumbersari – Siang itu terasa berbeda di sudut sederhana RW 009, Kelurahan Sumbersari, Kamis (23/04/2026). Di balik dinding rumah yang bersahaja, hadir sebuah cerita tentang harapan, kepedulian, dan bukti nyata bahwa negara tidak pernah benar-benar jauh dari warganya.
Melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember, Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalakan lentera kasih bagi mereka yang membutuhkan. Kali ini, perhatian itu tertuju pada Kayko, seorang anak penyandang disabilitas yang menjalani hari-harinya dengan keterbatasan, namun penuh keteguhan.
Kedatangan tim Dinsos bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kehangatan. Sebuah kasur lipat diserahkan—sederhana, namun sarat makna—agar Kayko dapat beristirahat dengan lebih nyaman. Tak hanya itu, paket sembako turut diberikan sebagai penopang kebutuhan keluarga.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jember, Irfan Pratama, SE., yang turun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa adik Kayko tidak sendiri. Ada negara yang hadir, ada kepedulian yang terus hidup. Semoga bantuan ini membawa kenyamanan dan sedikit meringankan beban keluarga,” ungkapnya dengan penuh empati.
Momen haru ini tak lepas dari kekuatan kebersamaan. Penyaluran bantuan berlangsung berkat sinergi berbagai elemen lokal yang turut bergerak diantaranya Kasi PMKS Kelurahan Sumbersari, Tim Puskesos dan Relawan Sahabat Tagana. Kolaborasi ini menjadi cerminan bahwa kepedulian sosial tumbuh kuat dari lingkungan terdekat, dari hati ke hati.
Sambutan hangat dari keluarga Kayko menjadi bukti bahwa perhatian sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan besar. Bantuan ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan, tetapi juga menguatkan harapan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Langkah kecil di Jember ini sejatinya adalah bagian dari gerakan besar: memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak untuk hidup layak dan bermartabat.
Di tengah segala keterbatasan, kisah Kayko mengajarkan satu hal sederhana—bahwa kepedulian yang tulus mampu menghadirkan senyum, dan dari sanalah harapan terus tumbuh.